Kasus

SMP saya tidaklah aktif dalam organisasi disekolah. Saat itu saya hanya ngikut-ngikut teman. Sehingga saya tak tau tentang apa-apa. Karena saya mempunyai sifat yang pemalu dan pendiam, sehingga saya jarang untuk membuka diri dengan orang lain. Masa SMA saya mulai mengikuti organisasi dan saya mulai membuka diri dipublik. Karena saya ingin mengubah keadaan saya menjadi seorang yang lebih untuk membuka diri. Saat itu pun saya mendapat banyak wawasan yang luas karena mengikuti organisasi tersebut. Faktor lingkungan memang mempengaruhi dalam kepribadian ku. Bahkan kepribadian ku mulai memunculkan perubahan. Dahulu saya malu untuk memulai berkenalan dengan orang lain. Namun pada akhirnya saya memulai memperkenalkan diri.

Siti Rohmah 23 Desember 2013

Advertisements
By personalitysitirohmah

Contoh Kasus

Saya pengen curcol aja niih,, gk ada niatan apa-apa ko hehe 🙂

Begini,, ekhem ekhem

Saat-saat waktu mendekati kelulusankan tentu ada pendaftaran SNMPTN. Itu tuh saya sangat bingung sekali mau pilih jurusan apa. Sedikit-sedikit berubah,, :(. Awal aku memilih jurusan matematika, karena aku suka hitung-hitungan saya pun memilih jurusan itu. Eeehh,, pikiranku diubah lagi mau ke agama, dan nggak jadi juga tuuh. Sampai-sampai saya selalu ditegur keluarga. Kamu itu tidak punya pendirian katanya. hemmm,,

Sampai suatu ketika kakak ipar saya ngomong gini, masuk kebidanan aja, ntar terjamin. Tapi saya tidak tertarik, dan saya lebih memilih keperawatan. Orang tua pun setuju. Tapi saat itu saya ingin kuliah diluar kota. Namun mendapatkan tentangan dari keluarga, bahwa kamu itu perempuan disini saja kuliahnya. Dan saya jelaskan itu semua kepada orang tua saya. Akhirnya saya mendaftar di SNMPTN. Awalnya saya merasa pesimis, bahwa saya tidak masuk. Karena saya berpikir, orang seperti saya bagaimana bisa masuk. Setelah pendaftaran itu ternyata pikiran orang tua melarang kembali. Saya pun drop, yasudahlah. Tapi pengumuman SNMPTN sudah keluar dan saya dinyatakan lulus. Saya pun bicara dengan baik kepada orang tua tentang hal itu. DAn akhirnya saya pun diperbolehkan kuliah diluar kota.

 

By personalitysitirohmah

Paradigma Trait

Apa siiih arti trait??

Penasaran yaaa??

Trait adalah suatu respon kita kepada individu terhadap situasi tertentu. Suatu cara kita untuk kita memfokuskan terhadap pikiran, perasaan kita tentunya dalam melakukan suatu tindakan yang memang berbeda dari yang lain.

Ada beberapa tokoh yang mengemukakan tentang teori trait, diantaranya :

 

1. Teori Psikologi Konstitusi oleh William H. Sheldon

Image 

Taukah anda dari mana asal tokoh tersebut? Yaa benar sekali, William H. Sheldon berasal dari Amerika Serikat. Dalam teorinya yang bernama teori psiologi konstitusi, William H. Sheldon melakukan suatu penelitian untuk membuktikan kepribadian seseorang melalui observasi penelitian bentuk tubuh. Karena William H. Sheldon beranggapan bentuk tubuh atau jasmani mempunyai peran penting dalam pembentukan kepribadian seseorang tersebut.

 

2. Teori Personologi oleh Henry A. Murray

Image 

 

Henry A. Murray mengemukakan suatu teori tentang teori personologi. Teori personologi ini adalah suatu peristiwa yang terjadi yang dirangkum dalam serangkaian kejadian yang kita alami selama ini. Dimana kejadian itu adalah suatu perilaku kita ada yang tetap, berulang bahkan pastinya ada kejadian yang baru kita alami. Henry A. Murray juga berpendapat “ No brain no personality “ yang menurut saya kata ini memiliki makna dimana adanya pola pikir disitu ada suatu kepribadian. Pola pikir kita terhadap situasi dapat menjadikan kita berkepribadian.

Henry A. Murray mengkompleksitas perilaku ke unit structural, diantaranay :

  • Proceeding atau cara bekerja

Setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda bukan? Begitu pun dalam proses cara mereka bekerja, maksudnya apa siih?? Maksudnya, setiap manusia memiliki potensi yang berbeda-beda, potensi yang menempatkan individu tersebut mengolah atau mengatur cara mereka melakukan suatu pekerjaan.

Contoh kasus : Seorang perawat A adalah perawat yang paling cerdas. Cerdas dalam menangani pasiennya, cepat, tanggap, dan sigap bahkan penampilannya rapih. Perawat tersebut pun selalu ramah setiap kali dia bertugas. Dia menerapkan sikap caring tersebut kepada siapa pun termasuk kepada pasiennya. Karena ia mempunyai prinsip perawat adalah tugasnya unuk memberikan asuhan keperawatan yang baik kepada pasiennya. Mari kita tengok pada perawat yang kedua ini,  dia sebelum bekerja saja diam berpenampilan kumel, dekil, jutek, asal bekerja. Sehingga dalam kesehariannya itu tidak dapat menghasilkan apa-apa.

  • Serial
  • Schedule atau Jadwal

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu memanage waktu. Dimana selalu terjadwalkan dari awl hingga akhir dalan kesehariannya. Artinya dia bisa menempatkan segala kondisi yang ada dengan baik.

  • Need atau Kebutuhan

Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda. Kebutuhan ia dalam memenuhi sifat dasarnya.

  • Press atau Tekanan

Tekanan sering terjadi pada manusia. Entah tekanan emosional, fisik , batin itu sering ketergantungan. Tekanan itu terjadi entah dari dalam diri individu itu atau karena factor lingkungannya yang membuatnya tak bisa lepas dari rasa bebas. Semakin besar tekan itu yang tak dapat dikontrol akan membahayakan diri individu itu untuk lepas dari tekanan itu.

  • Thema
  • Unity-Thema

 

 3. Teori Holisme dan Humanisme oleh Abraham Maslow

Image 

Abraham Maslow mengemukakan teorinya tentang suatu yang bertentangan dengan kebutuhannya. Pada dasarnya seseorang memenuhi kebutuhannya dengan perilaku yang ia lakukan untuk kearah yang lebih baik.

Contoh kasus : Seorang mahasiswa mempunyai kemauan pada dirinya sendiri untuk melakukan usaha dalam mencari penghasilan untuk biaya kuliahnya. Ia begitu matang dalam mekikirkan apa yag harus ia kerjakan. Ia berprinsip, mahasiswa adalah masa dewasa yang kesemuanya harus ia lakukan dengan sendiri. Ia begitu dengan percaya akan berhasil dalam usahanya, dan siap menghadapi kondisi pasaran yang ada saat ini. Namun disisi lain, mahasiswa tersebut menyimpan kecemasan yang dalam. Dia takut usahanya tak dapat untung dan rugi, ia pun khawatir pasaran menolak usahanya.

 

 4. Teori Faktorial Analitik oleh R. Cattel

Image 

R. Cattel mengemukakan teorinya tentang faktor analitik. Dalam teori ini R. Cattel banyak melakukan penelitian-penelitian untuk menjelaskan tingkah laku manusia itu seperti apa. Dengan penelitian tersebut kemudian disimpulkan menjadi suatu variable yang dipandang sebagai dasar menjelaskan tingkah laku manusia itu.

 

5. Teori Tipologi Biologis oleh Eysenck

Image 

Eysenck mengemukakan teorinya bahwa kepribadian itu bersumber dari keturunan. Yang diman keturunan tersebut terbagi menjadi tiga aspek yang spesifik, diantanya :

  • Tipe merupakan suatu kumpulan kepribadian seseorang yang ada dalam dirinya.
  • Trait merupakan sifat kepribadian tersebut seperti apa.
  • Semua tingkah laku, setiap tindakan yang dilakukan seseorang adalh tingkah laku yang mengacu kepada keturunan.

 

6. Teori Keunikan Individu oleh Gordon Allport

Image 

Gordon Allport mengemukakan teorinya yang mengacu kepada suatu oraganisasi. Dimana ia juga menjelaskan keunikan dari usia yang bersumber dari kepribadian tersebut.

Contoh kasus : Berbagai kalangan dapat mengikuti suatu organisasi tanpa memandang status usianya. Karena organisasi adalah suatu yang dapat membentuk kepribadian seseorang tersebut.

 

 

referensi :

Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Jakarta : UMM Press.

Yusuf, Syamsu LN, dan Juntika A. 2007. Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rodakarya

 Diakses pada 17 Desember 2013 pukul 09.50

http://www.scribd.com/doc/81830973/Paradigma-Trait

 

 

 

By personalitysitirohmah

Takdir dan Kepribadian ????

Image

Kepribadian adalah suatu interaksi seorang individu dengan orang lain . kepribadian identik dengan sikap yang ada dalam diri kita. Sedangkan takdir adalah sesuatu ketentuan Allah SWT.

Kepribadian terdiri dari dua kategori, sebelum itu mari kita simak tentang takdir. Loooh ko takdir? Apa hubungannya takdir dengan kepribadian?

Yaa tentu saja ada hubungannya, begini kawan…

Takdir terdiri dari 2 :

  1. Takdir mubram adalah takdir yang tidak dapat diubah, artinya sudah jadi ketentuan Allah SWT. Misalnya kematian.
  2. Takdir muallaq adalah takdir yang dapat diubah dengan cara usaha dan do’a. Naah kita liat pada konteks kepribadian. Sebelum kita lahir kedunia ini tentulah Allah SWT telah menuliskan ajal kita, jodoh, dan kematian kita. Bahkan Allah SWT pun menuliskan kepribadian kita. Disini sama saja dengan takdir, kepribadian seseorang terdiri dari 2 aspek, yaitu :

 

  1. Kepribadian yang tidak dapat diubah, yang artinya kepribadian itu sejak lahir sudah melekat dalam diri kita. Contoh kasusnya : Ada seseorang yang memiliki kepribadian yang lemot. Artinya dia setiap mengerjakan sesuatu pasti lama dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk satu kali mengerjakan tugas itu. Bukan hanya itu, dia kurang dalam menanggapi mata kuliah yang ia peroleh. Dimana dia butuh waktu yang lama dalam merespon materi yang masuk dalam dirinya. Dia pun menyadari keadaan tesebut dengan menyikapinya lebih lanjut untuk mengubahnya. Namun tetap saat, lemot itu masih ada dalam dirinya dan susah untuk ia ubah.
  2. Kepribadian yang dapat diubah, dimana kepribadian ini bisa saja ada sejak lahir. Namun orientasi seseorang tersebut bagaimana cara mengubahnya. Contoh kasus : saya pernah mempunyai seorang teman. Dalam pandangan saya dia mempunyai sifat pendiam dan kurang bersosialisasi. Saat teman-temannya asyik mengungkapkan pendapat ternyata dia hanya diam dan tak bersuara. Saat ada temannya menyuruhnya mengungkapkan pendapat, diam hanya diam dan menggelengkan kepala. Namun setelah beberapa tahun tak berjumpa dan akhirnya kita dipertemukannya. Ada rasa yang membuatku tercengang. Dia yang aku lihat pendiam dan jarang bersosialisai seakan membuat pikiranku buyar seketika. Kenapa dia bisa berubah 1800, dia yang ku kenal kini menjadi seorang yang aktif sekali dalam orgnisasi, bahkan dia dikenal banyak orang disini. Ini mungkin faktor dari lingkungannya yang mendukung ia berubah dan faktor dari dalam dirinya untuk mengubahnya.

Ini dia ada sebua firman Allah SWT dalam al-qur’an

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang pada diri mereka “ ( QS. 13 :11 ).

 

By personalitysitirohmah

PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT

PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT

 Untitled

Apa itu Kepribadian?

Kepribadian merupakan pola pikir, emosi, dan perilaku yang berbeda dan karakteristik yang menentukan gaya personal individu dan mempengaruhi interaksinya dengan lingkungan.

Pendekatan Trait

Tipe Kepribadian

Penelitian kepribadian bukan hanya satu-satunya subbidang psikologi yang paling ambisius, tetapi juga yang paling tua. Pada tahun 400 SM, Hipokrates menyatakan bahwa terdapat empat tipe kepribadian dasar, yang dikaitkan dengan empat humor manusia : Kelebihan empedu hitam menghasilkan tipe melankonik (terdepresi); kelebihan empedu kuning menghasilkan tipe kolerik (lekas marah); darah menghasilkan tipe sanguine (optomistik); dan lender menghasilkan tipe flegmatik (tenang, pendiam).

Trait Kepribadian 

Jika tipologi membandingkan kategori yang tidak kontinu (seperti pri dan wanita), trait dipandang sebagai dimensi yang kontinu. Secara lebih umum, teori trait tentang kepribadian menganggap bahwa manusia memiliki perbedaan serentak dalam jumlah dimensi atau sekala kepribadiannya. Kita mungkin menilai seseorang berdasarkan skala inteligensia, stabilitas emosional, agresivitas, dan sebagainya. Untuk sampai pada deskripsi global kepribadian, kita perlu mengetahui peringkat seseorang pada jumlah skala, dan berapa besar masing-masing trait yang dimilikinya. Sesungguhnya, kita semua adalah ahli teori trait. Jika kita secara informalmenggambarkan diri kita dan orang lain dengan kata sifat seperti “agresif,” “berhati-hati,” “mudah marah,” “cerdas,” atau “cemas,” kita menggunakan teori trait versi awam. Teori trait kita memiliki tujuan yang sama seperti teori trait formal; mereka memungkinkan kita mengkarakterisasi konsistensi perilaku individual dan dengan demikian mengantisipasi bagaimana ia akan berespon dalam situasi tertentu.

Teori Trait

GORDON ALLPORT. Salah satu ahli teori yang paling berpengaruh adalah ahli psikologi Harvard, Gordon Allport, yang meninggal pada tahun 1967. Karya utamanya adalah penelitian kepribadian adalah Personality; A Psychological Interpretation (1937) dan Pattern and Growth in Personality (1961). Allport menganggap trait sebagai blok pembangun dasar dari organisasi psikologi, yang berfungsi mengintegrasikan apa yang seharusnya menjadi stimuli dan respon yang tidak serupa.

Allport membedakan antara trait umum dan disposisi pribadi. Trait umum adalah dimensi trait dimana individu dapat dibandingkan satu sama lainnya. Disposisi pribadi dimaksudkan sebagai pola atau konfigurasi unik trai-trait yang ada dalam individu.

Lima Faktor Trait

Faktor Trait

Neurotikisme         :

  • Tenang-Pengkuatir
  • Tegar-Peka
  • Percaya diri-Tidak percaya diri

Ekstraversi               :

  • Pendiam-Mudah bergaul
  • Tenang-Banyak bicara
  • Terinhibisi-Spontan

Keterbukaan             :

  • Konvensional-Original
  • Tidak senang berpetualanh-Pemberani
  • Konservatif-Liberal

Keramahtamahan    :

  • Mudah marah-Tenang
  • Kejam-Lembut hati
  • Egois-Tidak egois

Kehati-hatian            :

  • Ceroboh-Teliti
  • Tidak dapat dipercaya-Dapat dipercaya
  • Teledor-Hati-hati

eysenck

Penilaian Pendekatan Trait

Kita melihat bahwa psikologi kepribadian memiliki dua tugas yang terpisah. Pertama menentukan variable dimana individu berbeda satu sama lain. Kedua membuat proses psikologi fungsi manusia menjadi kesatuan yang terintegrasi dari orang tersebut secara keseluruhan. Trait adalah kesatuan yang static, dan ahli psikologi trait yang telah mencari teori kepribadian yang lebih kompleksharus melihat di tempat lain aspek dinamikdari pendapat mereka. Kritik utama tentang pendekatan trait adalah asumsi dasarnya mungkin tidak benar: mungkin individu sangat bervariasi di dalam perilakunyasepanjang waktu dan situasi sehingga tidak abash jika kita menganggap mereka memiliki karakteristik yang mirip trait.

Sumber : Rita L. Atkinson, Richard C. Atkinson, dkk. Pengantar psikologi jilid 2

By personalitysitirohmah